27 Maret Hari Teater Sedunia, 60 Tahun Sampaikan Pesan Perdamaian di Dunia
Hari Teater Sedunia, 60 Tahun Sampaikan Pesan Perdamaian di Dunia
Dulunya teater merupakan hiburan paling populer di Yunani, 27 Maret ini tepat 60 tahun lalu Institut Teater Internasional (ITI) dan komunitas teater internasional menggagas perayaan Hari Teater Sedunia. Bahkan salah satu komunitas teater di Paris merayakan perhelatan ini untuk perdamaian masyarakat dunia.
Menyelenggaran acara teater setiap tahunnya, ITI yang sudah memiliki 90 kantor pusat di dunia, akan menyebarkan pesan-pesan tersebut ke setiap kantor pusat mereka di seluruh dunia. Tujuan ITI dalam pertunjukan ini adalah menyampaikan kepada dunia tentang pentingnya teater bagi dunia, peduli terhadap pesan-pesan yang terkandung di dalam pertunjukan teater, membantu komunitas teater di dunia dan membentuk komunitas teater lebih luas.
Jean Cocteau pada tahun 1961 merangkup pesan yang disampaikan dari pertunjukan teater tahunan dalam sebuah tulisan dan menerjemahkannya kedalam 50 bahasa untuk menyampaikan kepada masyarakat luas melalui surat kabar.
Menukil dari modul Pengetahuan Teater 1: Sejarah dan Unsur Teater yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud, teori teater juga berasal dari upacara agama primitif, nyanyain untuk menghormati pahlawan di kuburannya, dan berasal dari kegemaran manusia mendengarkan cerita.
Tercatat teater bahkan sudah ada sejak era Mesir Kuno pada 4000 hingga 1580 sebelum masehi. Sedangkan untuk di Yunani Teater masuk pada 800-277 SM. Dalam bahasa Yunani, teater berasal dari kata theaomai atau melihat, kemudian berkembang menjadi theatron atau gedung pertunjukan.
Perkembangan teater yang kemudian ada Hari teater Sedunia tidak berhenti di daerah itu saja, bahkan di Indonesia sendiri, teater berkembang pada zaman Hindu. Kasim Achmad dalam bukunya Mengenal Teater di Indonesia (2006), Pada zaman itu, ada tanda-tanda bahwa unsur-unsur teater tradisional banyak digunakan untuk mendukung upacara ritual.
Munculnya teater diberbagai daerah Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi dan sikap budaya masyarakat, serta sumber dan bagaimana proses teater itu hadir di daerah tersebut. Adapun beberapa teater di Indonesia seperti Longser, Wayang Orang, Lenong, dan Ketoprak.
**
Komentar
Posting Komentar